Rabu, 16 Desember 2009

Cinto Sapasukuan

Orang minang terkenal dengan system kekerabatan matrilineal. Dengan begitu garis keturunan di minang menurut garis keturunan Ibu. Di minang terdapat bermacam-macam suku. Ada suku koto, piliang, caniago, melayu, bendang, dan lain-lain.
Jika bicara masalah suku, bagi orang minang kawin satu suku itu dilarang. Nah….. aku sebagai orang minang seharusnyalah menjalankan adat kami. Tapi malang nasibnya bagiku, jatuh cinta dengan orang yang punya suku sama denganku.
Kejadian pertama, waktu itu aku kelas dua SMA. Sudah pacaran, eh ujung-ujungnya harus putus gara-gara kami punya suku yang sama. Uh…..nggak kebayang dech kecewanya aku waktu itu, harus putus secara tiba-tiba. Bukan karena dia punya cewek baru, tapi karena dia itu ternyata mamakku. Huhu….. 
Ternyata kejadian yang serupa terjadi lagi waktu aku baru masuk kuliah semester pertama. Aku hampir jadian lagi dengan orang yang punya suku sama denganku. Dan lagi-lagi aku harus rela lepasin dia karena suku kami yang sama. Padahal waktu itu dia sayang banget padaku, anaknya baik, pokoknya anaknya nyenangin banget dech. Huhu…….. JOMBLO LAGI DECH !!
Nah….sekarang kejadian lagi nich, aku dekat dengan seorang cowok yang ternyata lagi-lagi dan lagi punya suku yang sama denganku. Huhu…….kok selalu begini sich ??!! Tapi untung saja aku dan dia belum punya perasaan yang saling suka, masih sebatas teman. Tapi jujur, aku sedih juga. Karena dia itu tipe cowok idaman aku banget. Tapi ya gimana lagi,,, SENDIRI LAGI DECH !!
Oh mama………WHY ??? Kenapa aku harus mengalami kejadian yang serupa sampai tiga kali ?? Ma……aku pindah suku saja dech. Aku pindah ke suku papa. Bisa nggak ma ?? hehe…..(MANA BISA!!!!)
Yaaaach…..itulah adat di Minang, orang yang punya suku sama dianggap kerabat atau family kita. Jadi nggak boleh kawin satu suku. Hiks…..hiks…..
Yang malangnya, aku mengalami kejadian itu sampai tiga kali. Oh……mamak-mamak, tolong tenggangin donk, berdosakah jika suka dengan orang yang satu suku dengan kita ?? Tolong pikirkan ya…………..(hehe…..ngarap).
Terkadang segala sesuatu itu berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita. Yaaah, setidaknya itulah yang sedang terjadi padaku. Disaat aku sedang menaruh perhatian kepadanya, ternyata dia hanya menganggap aku sebatas teman. Disaat aku kecewa dengan keputusan itu, dia tidak bisa melepasku. Disaat aku coba tegar terima kenyataan, dia mengatakan rasa suka padaku. Disaat aku terima perasaannya, eh ternyata dia mamakku. Walah-walaaaaah…… rumit toch !!
Tapi yach begitulah adat Minang. Nah….bagi pemuda-pemudi Minang yang lagi kasmaran atau jatuh cinta, lihat-lihat dulu lah. Atau tanya-tanya dulu lah suku pasangan kita. Nanti mana tahu kita sudah yakin dengannya tapi ternyata kita satu suku dengan pasangan kita. Sayang kan jika harus putus. Aku nggak mau kejadian yang aku alami juga terjadi pada teman-teman.
Tapi bagi yang pernah mengalami kejadian serupa denganku, aku harap jangan kecewa yach. Mungkin Allah telah menyiapkan seseorang yang lebih baik untuk kita.
Khey 

1 komentar:

  1. Semangat terus jangan mudah menyerah hanya karna cinta,karna cinta ada jalannya sendiri.
    om bangga jadi diri om sendiri,dan apa yang tlah terjadi sama om. Walaupun susah di kampung orang lain dan jauh dari ortu, yang penting tetap semangat untuk hari esok yang lebih cerah. Ya kan???

    Begitu juga dek, pasti dek bangga jadi diri dek sekarang ini, jadi diri dek seorang
    ''WENI WELVIDANI''. Kalau dipikir-pikir dek pasti merasa orang paling bahagia di dunia ne (tu kan senyum-senyum).

    Yang penting sekarang dek juga tetap semangat, jangan mau kalah dari orang lain,apalagi dari om, capaai lah cita-cita dek setinggi langit. Jadi dari sekarang rajin-rajin belajar untuk masa depan, dan jangan kecewakan harapan orang tua. Kalau bisa bikin diri mereka bangga.
    Khey...????

    Aja Aja Fighting!!!

    BalasHapus