Sobat,,, gajah tidak pernah minta untuk berbelalai panjang dan jerapah pun juga tidak pernah minta untuk berleher panjang. Semua itu terjadi secara kodratnya. Semuanya alami berasal dari naluri pemberian dari Allah SWT. Siapa yang percaya akan kuasa Allah, dia pasti akan meyakini hal itu.
Saya jadi teringat sebuah cerita tentang kekuatan cinta. Disana dikatakan bahwa di sebuah daerah tinggallah dua suku, suku gunung dan suku lembah. Suatu ketika suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka juga menculik seorang bayi.
Penduduk suku lembah ingin mengambil kembali bayi itu, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara memanjat gunung. Untuk itu dibagilah para prajurit desa dalam tiga kelompok. Prajurit pertama telah berusaha memanjat tebing gunung, tetapi baru beberapa kaki ketinggian, mereka sudah menyerah. Begitu juga dengan kelompok berikutnya. Tidak ada yang bisa menyelesaikan tugasnya.
Ketika mereka bersiap-siap hendak pulang, mereka melihat sang ibu bayi sedang menuruni tebing gunung dengan menggendong bayinya. Semua prajurit menjadi tercengang. Bagaimana cara ibu ini memanjat tebing yang mereka saja tidak bisa melakukannya.
Seorang prajurit menyambut kedatangan ibu itu dan bertanya, “Wahai ibu, kami gagal dalam mendaki gunung ini. Bagaimana engkau bisa melakukannya ?”
Sang ibu mengangkat bahu dan berkata, “Karena bayi itu bukanlah bayi kalian. Dan kalian belum pernah menjadi seorang ibu.”
Sobat,,, begitulah kekuatan sebuah naluri. Kekuatan naluri sang ibu lah yang bisa membuat sang ibu bisa mendapatkan kembali bayinya. Cinta seorang ibu adalah naluri yang alami, pemberian dari Allah SWT. Dan seorang ibu tidak pernah diajari untuk memiliki sifat itu. Semua terjadi secara alami. Rasa itu hadir dengan sendirinya. Kita pun bisa memiliki rasa itu. Jika kita mau untuk menuruti garis-garis yang telah ditentukan-Nya untuk kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar