Selasa, 08 Desember 2009

ANAK TUNGGAL

Pernah berfikir untuk jadi anak tunggal ??? Atau punya keinginan untuk merasakan bagaimana jadi anak tunggal ?? Atau mempunyai penilaian-penilaian sendiri tentang anak tunggal ??

Terlahir sebagai anak tunggal atau semata wayang tidaklah seindah yang dibayangkan banyak orang. Menurutku, terlahir sebagai anak semata wayang itu mempunyai banyak kekurangan daripada kelebihannya. Memang sudah lumrah kita ketahui bersama bahwa tak ada gading yang tak retak. Tidak ada yang sempurna di atas dunia ini. Segala sesuatu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yaaahhh…. sama seperti anak tunggal. Hidupnya juga mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Aku mulai dari kekurangan:
1. Anak tunggal tidak mempunyai adik apalagi kakak yang biasa dijadikan oleh anak-anak lain sebagai tempat bercerita, tempat bersenda-gurau, tempat bertanya, bahkan tempat untuk saling pamer kelebihan, dan berantem.
Yang aku pikirkan bahwa anak-anak yang mempunyai adik, bisa meluapkan rasa kasih sayang terhadap adiknya. Bisa saling berbagi, bisa melatih dan mendidik jiwanya untuk menjadi pemimpin yang baik, karena secara tidak langsung akan menuntun dia untuk memberikan contoh yang baik pada adik-adiknya.
Sementara jika dia punya kakak, maka dia bisa belajar cara menghargai orang yang lebih tua darinya yang dimulai dari kalangan yang lebih kecil, yaitu dalam keluarganya.
2. Anak tunggal cenderung memiliki sifat yang egois.
Ini disebabkan karena anak tunggal terdidik dari kalangan yang lebih memperhatikan dirinya. Hal ini disebabkan karena keberadaannya yang semata wayang, sehingga dia selalu dijadikan patok pemikiran yang utama, baik itu oleh orang tuanya ataupun oleh orang-orang disekitarnya.
3. Sifat mandiri dan kedewasaan biasanya tumbuh lama.
Ini disebabkan karena anak tunggal terbiasa didampingi oleh orang tua.
Aku masih ingat kata-kata dari mamaku,”Tingkat kedewasaan seorang anak itu dipengaruhi oleh tiga faktor, pertama orang tersebut memang mempunyai pola pemikiran kedewasaan yang cepat, sesuai dengan pertambahan umur mereka menuju baligh; kedua pengalaman-pengalaman hidup yang datang menghampirinya, baik itu suka ataupun duka; ketiga pengaruh lingkungan. Semuanya itu akan berujung pada kemandirian anak tersebut. Orang yang cepat mandiri adalah orang yang mempunyai sifat kedewasaannya cepat”.
Sementara anak tunggal terbiasa dengan keadaan yang serba ada, terbiasa manja, terbiasa hidup senang dari orang tua dan orang-orang terdekat dengan mereka.
4. Anak tunggal tergolong lemah.
Hal ini disebabkan karena hidupnya yang terbiasa dimanja, sehingga dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya susah. Sifat manjanya itu yang membawanya pada kelemahan tanpa disadarinya.

Sedangkan kelebihannya :
1. Keberadaannya yang menjadi satu-satunya harapan orang-tuanya menjadikan dia mendapat perhatian yang penuh dari orang tuanya.
2. Perhatian yang penuh itu bisa terlihat dari pemenuhan kebutuhan dari anak tunggal sebagian besar umumnya tercukupi.
3. Anak tunggal mempunyai jiwa kasih sayang yang tinggi. Karena kebiasaan mereka yang selalu disayangi dan diperhatikan oleh orang tua dan orang-orang disekitarnya menjadikan dia tahu banyak cara memberikan kasih sayang dan perhatian pada orang lain.
4. Ada juga anak tunggal yang mempunyai jiwa yang keras dan kuat.
Maksudnya disini, keberadaannya di tengah-tengah keluarganya yang hanya semata wayang menjadikan dia berfikir dan menyadari bahwa sepenuhnya tanggung jawab ada padanya. Tanggung jawab disini bisa saja berbentuk tanggung jawab untuk membahagiakan orang tuanya. Bagaimana tidak, jika kita pikir secara logika saja, kemana lagi orang tuanya akan menggantungkan harapan jika tidak pada anaknya, apalagi jika anaknya hanya satu.

Itu seputar penilaian tentang menjadi anak tunggal menurutku. Meskipun banyak kekurangan dibanding dengan kelebihan, tapi kita harus tetap bersyukur terlahir menjadi anak tunggal. Karena apa ?? Karena kita menjadi anak yang mendapat perhatian yang penuh dari siapapun, apalagi orang tua. Kasih sayang yang belum tentu didapat oleh semua anak-anak lain. Meski tidak punya adik atau kakak, tapi bukan berarti tidak boleh punya kakak atau adik kan ?? Kita bisa saja memperoleh kakak dan adik dengan cara menganggap orang yang lebih besar dari kita sebagai kakak, dan yang lebih kecil dari kita sebagai adik. Yang penting, sebagai anak tunggal tidak boleh menjadikan kita sebagai orang yang egois, semena-mena, tapi jadikanlah sebagai anak yang baik dan berhati mulia, karena kita terlahir dari golongan orang tua yang sangat memperhatikankita.

3 komentar:

  1. Gak tau kenapa, gue sebagai anak tunggal merasa jadi pihak yang terpojokkan. Masalahnya, gue selalu dijudge sebagai orang yang istimewa, tapi diragukan kredibilitasnya, karena dianggap tidak kompeten dalam bidang apapun. Karena keseringan dimanja, dan berikan apapun. Tapi faktanya gak kayak gitu. Gue merasa jadi pribadi yang maya di depan semua orang. Cuma sharing aja sih, siapa tau bisa melengkapi tulisannya. Terimakasih. 😁

    BalasHapus